<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kayuambon's Blog</title>
	<atom:link href="http://kayuambon.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kayuambon.wordpress.com</link>
	<description>Jalani Hidup Dengan Penuh Keikhlasan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2009 06:56:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kayuambon.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kayuambon's Blog</title>
		<link>http://kayuambon.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kayuambon.wordpress.com/osd.xml" title="Kayuambon&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kayuambon.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BUDIDAYA JAMUR TIRAM, MUDAH DAN PRAKTIS</title>
		<link>http://kayuambon.wordpress.com/2009/06/13/budidaya-jamur-tiram-mudah-dan-praktis/</link>
		<comments>http://kayuambon.wordpress.com/2009/06/13/budidaya-jamur-tiram-mudah-dan-praktis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Jun 2009 09:40:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kayuambon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuambon.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Bagi siapapun yang memiliki keinginan dan minat membudidayakan jamur tiram menyerah untuk berusaha<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kayuambon.wordpress.com&amp;blog=7730914&amp;post=14&amp;subd=kayuambon&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p>
<p><font color="”#000000″" face="”Arial”">Search on this website:</font></p>
<p><font color="”#000000″" face="”Arial”">Search on this website:</font></p>
<p>         Bagi para pemula, khususnya yang berminat untuk memulai usaha budidaya jamur tiram (Pleurotus spp) ada teknologi yang cukup praktis dan dapat dilakukan dengan mudah, yakni melalui beberapa tahapan mulai dari pembuatan media bibit induk (spawn) dan tahapan memproduksi jamur tiramnya. </p>
<p>Pada tahapan I,  membuat media bibit induk ada 10 langkah yang perlu dilakukan, yaitu :</p>
<p><strong>Pertama</strong><strong>, bahan medianya yang berupa biji-bijian (millet)  atau campuran serbuk gergajian albasia (SGA)  ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.</p>
<p>Kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. </p>
<p>Ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4),  vitamin B kompleks (sedikit saja) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % (dengan penambahan air) dan pH 7.</p>
<p>Keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen/kantong plastik atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% bahan baku media, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium<br />
foil. </p>
<p>Kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121<br />
derajat  C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.</p>
<p>Keenam, satu hari kemudian atau setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit) dalam laminar flow atau ruangan/kamar tertutup.</p>
<p>Ketujuh, inkubasi atau simpan pada ruang  inkubasi/inkubator pada suhu 22-28 derajat C.</p>
<p>Kedelapan, botol atau baglog  berisi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/ mengeras. </p>
<p>Kesembilan, setelah 15 &#8211; 20 hari, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.</p>
<p>Kesepuluh, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit atau induk/bibit sehat untuk perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit dapat bertahan selama 1 tahun bila disimpan dalam lemari pendingin.</p>
<p>Untuk tahapan I, yaitu penyediaan bibit tidak perlu dilakukan sendiri karena prosesnya agak sulit dan memerlukan fasilitas/peralatan khusus yang biasa digunakan di laboratorium. Untuk bibit anda bisa memesan ke produsen bibit yang bisa dipercaya kemurnian dan kualitasnya sehingga anda bisa langsung melakukan kegiatan tahap ke II. </p>
<p>Tahap ke II, adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah, yaitu : </p>
<p>Kesatu, siapkan serbuk kayu gergajian albasia (SGA). Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). </p>
<p>Kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.</p>
<p>Ketiga, membuat subtrat/media tumbuh dari bahan utama SGA, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar<br />
(5-15 kg/100 kg SGA), 2% kapur (CaCO3, 2 kg/100 kg SGA), 2%  gypsum (CaSO4, 2 kg/100 kg SGA), diaduk merata<br />
dan dibasahi hingga kadar air substrat mencapai 65%, pH 7.</p>
<p>Keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen/kantong plastik pada hari itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut (jangan terlalu padat/keras), beri lubang bagian tengah, dengan memasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan<br />
kapas.</p>
<p>Kelima, satu hari kemudian dikukus dalam drum/alat sterilisasi pada suhu 95-120 derajat C selama 8 – 24  jam  tergantung<br />
pada jenis bahan baku dan jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. </p>
<p>Keenam, setelah suhu baglog substrat/media tanam turun sampai suhu kamar diInokulasi dengan bibit (F2) di ruang<br />
inokulasi/ruang tertutup dalam laminar flow atau bok inkubasi.  Setiap baglog diisi  sebanyak 15 &#8211; 20 gram bibit<br />
(sekitar 2-3 sendok makan).</p>
<p>Ketujuh, inkubasi baglog substrat/media selama 20 &#8211; 30 hari  dalam ruang tertutup atau langsung disimpan di atas  rak-rak<br />
rumah jamur/kubung. Ruang inkubasi dijaga agar tetap kering dan bersih dengan suhu antara  22-28 derajat C tanpa<br />
cahaya. </p>
<p>Kedelapan, setelah pertumbuhan meselia jamur (warna putih) menutup seluruh permukaan media/ baglog substrat (setelah 20 &#8211; 30 hari),  baglog dipindah ke dalam rumah jamur/kumbung dan tali/karet pengikat dan kapas penutupnya dibuka.</p>
<p>Kesembilan, baglog disusun diatas rak dalam rumah jamur, setelah 10-15 hari kemudian, akan tumbuh pin head/bakal  tumbuh buah. Baglog diperiksa setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan kesehatan atau kemurniannya. Baglog yang<br />
ditumbuhi jamur bercampur dengan warna hiaju atau hitam segera dipisahkan dan dibuang.</p>
<p>Kesepuluh, setelah 40-45 hari diinkubasi, biasanya sudah mulai panen dan selanjutnya setiap 1 – 2 minggu sekali selama 3 – 4 bulan  tergantung jenis jamur, kualitas bibit, cara pemeliharaan, kualitas bahan media, iklim mikro (suhu dan<br />
kelembaban ruangan) dan kebersihan kumbung. </p>
<p>        Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit, teknologi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), jenis serbuk kayu yang digunakan, hama, teknologi produksi media tumbuh/substrat, pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.</p>
<p>        Bagi anda yang memerlukan bibit jamur tiram (F2) jenis Florida (warna putih atau coklat) dan konsul mengenai budidaya jamur tiram silahkan hubungi no Hp. 0812 212 8596)</p>
<p>(Sumber http://trubus.com, dengan tambahan dan perbaikan).</p>
<br />Posted in Pertanian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kayuambon.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kayuambon.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kayuambon.wordpress.com&amp;blog=7730914&amp;post=14&amp;subd=kayuambon&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuambon.wordpress.com/2009/06/13/budidaya-jamur-tiram-mudah-dan-praktis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3136f4a6ced1ba6dadef63d6bb3e633a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kayuambon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBAGIAN WAKTU UNTUK IBADAH</title>
		<link>http://kayuambon.wordpress.com/2009/05/14/pembagian-waktu-untuk-ibadah/</link>
		<comments>http://kayuambon.wordpress.com/2009/05/14/pembagian-waktu-untuk-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 07:49:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kayuambon</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cahaya Ilahi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kayuambon.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Manusia sebagai mahluk tuhan diwajibkan beribadah dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang telah diterimanya pada waktu-waktu yang telah ditentukan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kayuambon.wordpress.com&amp;blog=7730914&amp;post=9&amp;subd=kayuambon&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat ini, setiap manusia di alam fana ini sedang menempuh suatu perjalanan, dimana terdapat tiga tempat yang akan dan sedang dialami oleh manusia. Tempat pertama adalah ayunan, kemudian liang lahat dan akhirnya sorga atau neraka.  Sedangkan rentang hidup manusia hanyalah sekedar suatu jarak tempuh dalam perjalanan tersebut. Setiap tahunnya adalah tempat pemberhentian, setiap bulannya adalah farsakh, setiap harinya adalah mil, dan setiap detiknya adalah langkah dalam perjalanan.</p>
<p>	Amal ibadah dan taat adalah kekayaan dan waktu adalah sumberdaya untuk memperoleh kekayaan. Hawa nafsu dan keinginannya adalah para penghalang dan perampok dalam perjalanannya. Adapun keuntungannya adalah melihat dan berjumpa dengan Allah Ta’ala di negeri yang damai dan sejahtera. Kerugiannya adalah jauh dari-Nya dan berada dilapisan terbawah dari Neraka Jahannam seraya terikat dengan rantai. Maka, orang-orang yang lalai pada setiap helaan nafasnya akan menyesal pada Hari Kiamat dan berada disana dalam keadaan menyesal tanpa habisnya. </p>
<p>Hari Kiamat adalah bencana yang sangat dahsyat dan merupakan bahaya besar. Oleh karena itu, setiap saat kita dianjurkan selalu mengingat Allah dan beribadah berdasarkan waktunya agar memperoleh kedekatan dengan Allah dan hidup di dalam kenyamanan di hari-hari yang selalu penuh bahaya dan rintangan ini. Pergerakan matahari dan bulan yang teratur bukan hanya untuk memperoleh pertolongan untuk urusan duniawi saja, tetapi juga untuk urusan ukhrawi. </p>
<p>Secara garis besarnya, di dunia ini kita mengalami dua perjalanan waktu, yaitu : waktu siang dan waktu malam. Allah Ta’ala memerintahkan manusia dimuka bumi ini hendaknya menggunakan waktu siang dan malam untuk berdzikir dan bersykur , sebagaimana firman-Nya :</p>
<p>“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami menghapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang agar kamu mencari kurnia Tuhanmu dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas” (QS al-Isra’ (17):12)</p>
<p>Secara khusus, pada siang hari ada tujuh bagian waktu untuk berdzikir kepada Allah dan beribadah, yaitu : 1) satu bagian, waktu terbit fajar hingga terbit matahari; 2) dua bagian, mulai terbit matahari hingga tengah hari atau waktu Zhuhur; 3) dua bagian, mulai dari matahari tergelincir sedikit hingga waktu petang atau Ashar; dan 4) dua bagian, mulai dari waktu petang hingga terbenam matahari (waktu Maghrib). Sedangkan pada malam hari terdapat lima bagian waktu, yaitu : 1) satu bagian, mulai dari terbenam matahari sampai waktu hendak tidur; dan 2) tiga bagian, mulai dari tengah malam hingga terbit fajar (waktu Shubuh).</p>
<p>Mengetahui saat-saat atau waktu yang tepat untuk berdzikir atau beribadah kepada Allah Ta’ala, agar kita dapat menggunakan waktu tersebut tidak hanya untuk mengejar kehidupan duniawi saja. Allah Swt berfirman :</p>
<p>“Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang. Dan sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari” (QS ad-Dahr (29): 25-26)</p>
<p>Selanjutnya Ibadah atau amalan  apa yang   dapat kita jalankan pada bagian waktu  sepanjang siang dan malam,   akan kita bahas pada artikel berikutnya. (<em>Disarikan dari Kitab Ihya Ulumuddin, karya Imam Al-Ghzzali</em>).</p>
<br />Posted in Cahaya Ilahi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kayuambon.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kayuambon.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kayuambon.wordpress.com&amp;blog=7730914&amp;post=9&amp;subd=kayuambon&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kayuambon.wordpress.com/2009/05/14/pembagian-waktu-untuk-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3136f4a6ced1ba6dadef63d6bb3e633a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kayuambon</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
